Lingkaran Kehidupan dan Perubahan

18 01 2009

Kembali berbicara mengenai perubahan, kali ini kita akan membicarakan mengenai lingkaran-lingkaran dalam kehidupan kita. Yaitu bahwa setiap orang sesungguhnya memiliki tiga buah lingkaran dengan pusat yang sama dalam kaitannya dengan perubahan. Lingkaran-lingkaran itu adalah Lingkaran Pengamatan, Lingkaran Perhatian dan Lingkaran Pengaruh. Lingkaran yang terluar adalah lingkaran pengamatan (circle of attention). Pada lingkaran ini, kita hanya bisa jadi penonton. Praktis kita tidak memiliki kekuatan apa-apa selain menerima segala sesuatu yang terjadi.

Lingkaran yang kedua adalah lingkaran perhatian (circle of concern). Pada lingkaran ini, kita menjadi pemeran figuran. Kita bisa berinteraksi dengan pemeran utama dan pemeran pembantu, tetapi kita tidak bisa berbuat banyak selain hanya memberikan bantun dan dukungan.

Lingkaran yang ketiga, yang merupakan lingkaran paling dalam, adalah lingkaran pengaruh (circle of influence). Pada lingkaran ini, kita merupakan pemeran dan lakon utama. Kita bisa melakukan segala sesuatu untuk menciptakan perubahan. Memang lingkaran pengaruh mungkin terasa cukup kecil pada awalnya. Namun apabila yang kecil ini dapat digarap dan dioptimalkan secara sungguh-sungguh, niscaya lingkaran ini akan membesar, sehingga apa yang tadinya berada pada lingkaran perhatian dan bahkan lingkaran pengamatan bisa masuk ke dalam lingkaran pengaruh tersebut.

Kesalahan yang galib terjadi pada saat seseorang berusaha melakukan perubahan adalah terkadang ia justru sibuk berusaha mengubah apa yang ada dalam lingkaran pengamatan, dimana by default ia powerless dan tidak mempunyai kuasa untuk melakukan perubahan di dalamnya, sehingga hasilnya pun nol. Yang sebenarnya harus dilakukan adalah dengan cara memperbesar lingkaran pengaruh, tempat dimana by default ia berkuasa dan mempunyai power untuk melakukan dan memulai perubahan-perubahan sedikit demi sedikit.

Namun yang seringkali menjadi kendala adalah banyak yang tidak mampu membedakan mana yang berada di lingkaran pengaruh, mana yang terletak di lingkaran perhatian dan mana yang masuk ke dalam lingkaran pengamatan. Sehingga banyak orang yang berusaha melakukan perubahan terjebak ke dalam permasalahan yang tidak bisa ia atasi.

Untuk itu, hal pertama yang harus dilakukan adalah, tentukan apa-apa saja yang harus menjadi perhatian. Dan dari hal-hal yang harus diperhatikan tersebut, tentukan mana saja yang dapat kita kendalikan. Itulah yang harus kita fokus untuk digarap dan ditangani. Tinggalkan hal-hal yang diluar kendali kita. Focusing on what you don’t like is disempowering. Focusing on what you can do is proactive and empowering. “Be part of the solution, not part of the problem,” seperti yang disampaikan Covey dalam bukunya The 7 Habits of Highly Effective People.

Kadang memang tidak mudah untuk menyadari ketiga lingkaran tersebut, apalagi membedakannya. Untuk bisa menggunakan ketiga lingkaran tersebut dengan tepat dibutuhkan kebesaran jiwa, keberanian dan kebijaksanaan, seperti dalam kutipan Serenity Prayer oleh Reinhold Nieburh.

God grant me the serenity;
To accept the things I cannot change;
Courage to change the things I can;
And wisdom to know the difference.

Tuhan, berikanlah aku kebesaran jiwa untuk menerima hal-hal yang tak dapat kuubah, keberanian untuk mengubah hal-hal yang dapat kuubah dan kebijaksanaan untuk membedakan keduanya. Terkadang kita tidak bisa mengubah sesuatu dan tidak dapat menerima kenyataan tersebut. Pada kesempatan lain, kita sebenarnya bisa melakukan suatu perubahan namun tidak punya cukup keberanian untuk memulainya. Dan yang lebih penting lagi, kita seringkali kehilangan pijakan pada saat harus membedakan mana yang bisa kita ubah dan mana yang belum saatnya kita ubah. Semoga kita memiliki ketiga hal tersebut untuk menciptakan perubahan-perubahan mulai dari diri sendiri, mulai dari hal yang kecil dan mulai dari sekarang.


Actions

Information

9 responses

20 01 2009
randualamsyah

Senang sekali bisa baca posting yang ini…

the hermawanov: makasih pak udah mampir😀

21 01 2009
ichanx

mencerahkan…🙂

the hermawanov: wah, ada seleblog berkunjung ke blog-ku *siapin bukunya ichanx, mintak tandatangan*:mrgreen:

21 01 2009
bang diod

yg di poto ntu anaknya ya bro

cuma negor bro

the hermawanov: yoi bro… lg pose bareng diantha🙂

21 01 2009
kahfinyster

hhe,,anaknya lucu deh,,

daftar ibsn yuk di sini,, trus logonya ambil di sini,,

berbagi tak pernah rugi, salam ibsn,

the hermawanov: makasih link-nya, setuju… mari saling berbagi😉

28 01 2009
siwi

Ayo berubah menjadi lebih baik.
Berubah..!!
*Bergaya seperti pahlawan bertopeng ala Shinchan*

the hermawanov: yep… ksatria baja hitam, siyap basmi monster kuro-kuro! *loh kok jd ksatria baja hitam*😮

28 01 2009
MQ Hidayat

Memang,.
Berani hidup itu resikonya lebih besar dari pada berani mati.
Apalagi kita hidup sebagai manusia yang dberikan naluri, pikiran, nafsu yang semuanya membuat hidup kita menjadi berwarna, hitam dan putih.
Ok, mantab postingannya.

the hermawanov: maka, marilah mewarnai gambar hidup ini sesuai dgn kapasitas kita masing2🙂

1 02 2009
david

wah bagus tulisannya….nice post n salam kenal sesama blogger padang

the hermawanov: tks bro, salam kenal juga😉

4 02 2009
roghuzshy

waw… makasih bro dah mampir…
ni aku mampir balik…🙂

regard,
Perusahaan Beton Buatan Indonesia, Dak Lantai Keraton!
http://daklantaikeraton.wordpress.com

the hermawanov: Ok, sukses aja deh buat usaha betonnya😀

4 11 2011
baju wanita

menarik artikel anda…salam kenal….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: