Kenichi: Indonesia, Berhentilah Mengeluh!

29 05 2008

Artikel yang menarik dari Padang Ekspress edisi hari ini (Rabu, 28 Mei 2008)

Kenichi OhmaeJakarta, Padek– Agaknya ini “tamparan” hebat dari seorang Kenichi Ohmae, pembicara tamu di hari kedua IRIF 2008, di Jakarta, kepada bangsa Indonesia. “Indonesia ini bangsa yang suka mengeluh. Berhentilah mengeluh!,” tandasnya saat tampil di hadapan 1.000-an peserta IRIF 2008, 500 peserta di antaranya berasal dari 20 negara.

Kenichi kemudian membeberkan sejumlah fakta. Keberagaman suku bangsa, ratusan budaya dan bahasa, seharusnya dijadikan sebagai kekuatan, bukan alasan untuk tidak bisa bergerak cepat. ”Kenapa Uni Eropa bisa satu, padahal mereka justru berasal dari banyak negara. Bisa disatukan. Malahan mata uang bersama mereka, Euro, justru bisa mengalahkan dolar Amerika. Ini masih satu bangsa, Indonesia, juga,” katanya.

Menurut Kenichi, sebenarnya pendapatan perkapita Indonesia juga lebih baik dari India, tetapi India justru bisa bergerak cepat. Dibandingkan Cina, tatanan demokrasi di Indonesia sebenarnya jauh lebih baik dan mendukung gerakan pertumbuhan ekonomi. ”Tetapi kenapa tidak bisa dikemas dengan baik?. Dibandingkan dengan Brazil? “Dimana Brazil? Lihatlah, Negara itu jauh tersuruk. Tidak sestrategis Indonesia, tetapi kenapa mereka bisa bergerak lebih cepat menangkap peluang perdagangan?,” kata Kenichi.

Strategi nasional Indonesia untuk berhubungan dengan Investor dinilai Kenichi sangat kurang, sehingga membuat negeri ini kurang dilirik investor. Padahal, tambahnya, sangat banyak uang dimiliki investor yang tidak tahu mau dialamatkan ke mana. Angkanya, dalam perhitungan Kenichi, mencapai USD60 triliun. Kemudian, selama ini apa yang ditawarkan dari Indonesia cenderung tak ada poinnya. Yang ada hanya daftar yang indah. Tak ada spesifikasi nyata terhadap apa yang ditawarkan, sehingga hanya buang-buang uang dan energi saja.

Kenichi memberikan beberapa contoh tindakan nyata dari berbagai negara yang bisa dijadikan bekal bagi Indonesia untuk maju dan mengejar ketertinggalan negara lain di dunia. Di Dubai, katanya, ketika minyak habis, mereka justru tak kehabisan visi. Cina menerapkan keputusan desentralisasi, sehingga masing-masing kota memiliki kewenangan sendiri untuk mengurus diri sendiri. “Makanya, berhentilah mengeluh! Indonesia seharusnya bisa lebih hebat dari pada negara-negara tersebut,” pintanya.

Di Bawah Krisis

Pada acara yang digelar DPD RI ini, Kenichi juga menyorot pariwisata Indonesia yang saat ini dinilainya berada di bawah masa kritis. “Jika tak diselamatkan dengan penanganan yang benar, maka akan berakibat buruk di kemudian hari,” ingat Kenichi. Dia mengaku tidak habis pikir dengan kondisi tersebut, sebab, sebenarnya apa yang ada dan dimiliki Indonesia justru jauh lebih baik dibandingkan negara-negara lain.

Agar menjadi lebih baik, harus diurus dan didukung modal teknologi. ”Tak bisa semaunya saja. Pemerintah pun harus berperan sebagai regulator. Apa yang dimiliki Indonesia, sebenarnya tidak dimiliki negara lain. Indonesia punya alam yang luar biasa, dan SDM yang bisa diandalkan, tetapi belum terkelola maksimal. Kondisi ini berbeda dibandingkan negara lain. Ada yang hanya memiliki alam, tetapi tak memadai untuk SDM. Kemudian ada yang mumpuni di SDM, tetapi tidak memiliki alam yang bisa dijual,” jelas Kenichi. (fir)

My thought:

Damn right! Just stop complaining and no more moaning! *sigh* It’s unbelieveable that this such “prosperous” country could end up like this. We have what it takes to be one of the great respectable countries in the world, just as Mr. Ohmae said. Large numbers of natural resources along the beautiful archipelago, so many well educated human resources to manage the whole things, those are just enough but… not enough?! Ask why?!

Some of the answers:

1. Our noble DPR member(s) still busy playing with “lendir“,

2. Our bureaucrat(s) still “wearing” their party’s suit, not people’s suit,

3. Our noble DPR member(s) and bureaucrat(s) still prioritizing government luxuryvehicles renewal, than public services improvement.

Lha kalok udah githu, kapan majune, kapan korban-korban bencara itu bisa terurus dengan layak, kapan para fakir miskin dan anak-anak terlantar itu dipelihara oleh negara? Ya sekarang! Kapan lagi?! Pokoknya Rakyat Bersatu Tak Bisa Dikalahkan! *jadi inget masa2 demo di jalan-jalan menggulingkan eyang dulu*

[ Celebrating 100 Years of National Awakening ]


Actions

Information

11 responses

29 05 2008
JB'lOg

setuju
mari BERHENTI MENGELUH
aneh kok orang lain lebih mengerti, memahami dan menghayati sikon bangsa kita yaa ??

mari sekarang kita bangkit dan jalan bersama
hilangkan keluh kesah yang ada
berbuat yang terbaik dimanapun berada..
dan apapun adanya

salam jabat erat

30 05 2008
datyo

Memang orang orang ini harus diajak main airsoft biar semangat tempurnya tinggi. eh nyambung gak ya..?

1 06 2008
titov

@ uda JB,
yep… mari bangkit bersama
salam jabat erat juga da 🙂

@ datyo,
ato mungkin perlu di wamil kan dulu ya pak? 😕
biyar menumbuh-kembangkan disiplin dan semangat 45 buwat membangun bangsa ini!

2 06 2008
cinker

emang org indonesia cuma bisa mengeluh tanpa bertindak…..!

jadi kapan indonesia bisa menjadi bangsa yang kuat, dan di pandang dunia sebagai negara yang berkembang.

hidup indonesia….!

MERDEKA “udah lama kalek”

2 06 2008
cinker

ayo rubah lah pola pikir bangsa kita…!

2 06 2008
titov

@ cinker,
betoel sekale…
mungkin perlu gerakan moral “TIDAK untuk mengeluh!” 😈

kadang orang terlalu sibuk utk mengeluh,
ada 2 orang yg bertanya mengenai swatu tempat,
dan setelah mengetahuwi jawabannya mereka mendapati kenyataan bahwa tempat tsb berada di balik 2 buwah bukit yg harus mereka daki utk sampek di tmpat tsb, mengeluhlah mereka… setelah 3 jam sibuk mengeluh, meratap, mengerang, menyumpah dan menyerapah… mereka baru sadar kalok apabila waktu 3 jam tsb mereka gunakan utk terus berjalan, no matter what, mendaki, menurun, merangkak, berlari, merayap, berguling dlsbg… mereka mungkin sudah sampek di tempat yg mereka tuju tsb.

moral of the story:
Persoalan adalah bagian dari realitas hidup, menyesali persoalan hanya akan menambah persoalan menjadi lebih pelik lagi.🙂

9 06 2008
d220887

Memang sebuah tamparan keras…

Bangsa kita ini terlalu banyak ngeluh..
sepertinya kehilangan kekuatan Unity in Diversity yang pernah didengung-dengungkan dulu..

Sumber daya laut kita masih ada..dan masih banyak yang bisa digali lagi..
dari laut karena Indonesia ini bangsa maritim dan negara kepulauan terbesar.. di asia dan di dunia.
Masa Depan SDA indonesia kini terletak pada sumber daya kelautan yang tak habis-habisnya..

Pola pikir mesti dirubah…
Optimisme mesti ditanamkan…
Rasa rendah diri bangsa ini mesti dikikis habis.
dan kita mesti mulai dari diri sendiri…
untuk bangkit…

Soal kenaikan BBM…mesti dihadapi bersama-sama.,
ga usah ngeluh aja..ini sebuah tantangan untuk hidup hemat.
dan sepertinya menjadi sebuah ujian untuk memberangus sifat koonsumerisme bangsa indonesia..
sehingga bangsa ini dapat tahan uji..

100 years national awakening..
Indonesia bisa ( dan Bergerak!!)

9 06 2008
the hermawanov

@ d220887,

Pola pikir mesti dirubah…
Optimisme mesti ditanamkan…
Rasa rendah diri bangsa ini mesti dikikis habis.
dan kita mesti mulai dari diri sendiri…
untuk bangkit…

setuju sekali sodaraku, kita terlalu lama dininabobokan, sampek jadi bangsa lembek spt sekarang ini. ini saatnya utk bangun dan membangun!
Indonesia Bisa!🙂

10 06 2008
Ronny Siagian

Betul sekali, saya setuju.

14 06 2008
unai

tak ada guna mengeluh, saatnya bangkit…tul kan To😉

15 06 2008
the hermawanov

@ Ronny Siagian,
Betoel Pak! STOP Mengeluh!😉

@ Mbak Yunai,
Yoi mbak, hare gene maseh mengeluh, nggak banggets 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: