Menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke 63 yang jatuh pada tanggal 17 Agustus 2008 kemarin, Palanta, Komunitas Blogger Padang, mengadakan acara Hiking Merdeka ke Pantai Air Manis melalui Gunung Padang pada tanggal yang sama. Acara yang sudah sekian lama direncanakan dan didiskusikan di forum ini akhirnya berhasil dilaksanakan dengan diikuti oleh 24 orang peserta para blogventurers Palanta
Sebagaimana diliput oleh Harian Padang Ekspres pada rubrik Komunitas edisi Minggu 24 Agustus 2008 kemarin.

Palanta Hiking Merdeka di Harian Padang Ekspress
Kebetulan saya sudah 3 tahun menetap di Padang, namun sama sekali belum pernah menjejakkan kaki baik di Gunung Padang maupun Pantai Air Manis. Jadi kesempatan bersejarah mengikuti Hiking Merdeka inipun langsung disamber secepat kilat. Secara saya juga belum tahu rutenya, jadi dengan hiking rame-rame kemungkinan salah jalan pun bisa dihindarkan *meski kemudian akhirnya teuteub aja salah jalan
*
Dan di hari minggu itu, usai menghadiri upacara bendera di kantor, dan mengisi absen, saya pun langsung ngebut dari Indarung ke Pantai Padang untuk menuju ke titik pertemuan, sekaligus tempat parkir kendaraan. Akhirnya setelah seluruh peserta terkumpul, para Hikers pun langsung tancap gas rame-rame menuju Muaro untuk menyeberang ke seberang Padang. Rute yang kami lalui adalah dengan start di Pantai Padang, menuju Muaro, menyeberangi Jembatan Siti Nurbaya ke seberang Padang, dan dari sini kita mulai menghadapi jalur tanjakan curam menuju Gunung Padang.

Jembatan Siti Nurbaya
Ada pemandangan yang cukup menarik disini, dimana di sepanjang jalur tanjakan ini banyak terdapat kuburan Tionghoa yang diantaranya berornamen cukup indah khas Tionghoa, jauh dari kesan seram. Namun sayangnya, di sela-sela kuburan tersebut banyak didirikan pemukiman penduduk yang cukup merusak keindahan di sekitarnya. Diantara sekian banyak kuburan Tionghoa yang berada di tempat itu, saya sempat melihat ada salah satu nisan yang bertahun 1891
Pemandangan dari atas Gunung Padang memang cukup indah, kita dapat melihat pemandangan kota Padang di satu sisi dan lautan serta Pulau Pisang Besar di sisi lainnya. Rasa capek dan pegel linu saat mendaki pun langsung sembuh seketika

View Pulau Pisang Besar dari atas bukit
Sementara itu kitapun melanjutkan perjalanan menuju Pantai Air Manis dengan mengambil belokan ke kiri, dimana belokan ke kanan katanya menuju ke makam Siti Nurbaya di Gunung Padang. Dalam menempuh jalur ke Pantai Air Manis ini masih sempat juga kita salah jalan. Dimana kita seharusnya mengambil belokan ke kanan kearah Masjid yang selanjutnya terus ke pantai, bukannya belokan ke kiri kearah Pantai Air Manis tapi ternyata membawa kita kembali ke jalan aspal, mana panas lagi

Sepasang Pulau Pisang
Akhirnya kedua rombongan yang terpisah pun bertemu kembali di pantai, itupun setelah kedua2nya tak luput dari “pemalakan” oleh oknum “dispenda lokal”
Sangat disayangkan obyek wisata yang cukup potensial seperti Pantai Air Manis ini masih belum dikelola dengan baik oleh pemerintah dan dinas yang berwenang. Untuk memajukan pariwisata di Sumatera Barat sudah semestinya pemerintah mengambil alih pengelolaan obyek-obyek wisata potensial dan mengelolanya secara lebih profesional.
Sesampainya di pantai kitapun langsung makan siang dengan bekal yang dibawa maupun jajanan lotek, kepiting goreng, tempe goreng dan bakwan goreng di pinggir pantai. Setelah paruik lah kanyang dan piriang lah baserak, kitapun memulai acara perkenalan anggota baru Palanta dan diskusi agenda-agenda kegiatan kedepan.
Usai acara, kitapun kembali pulang menyusuri pantai, dengan pemandangan yang “menakjubkan”. Pantai dan lautan di sebelah kanan, dan rumput serta semak yang “bergoyang” di sebelah kiri
Herannya, meski tidak ada yang jual obat nyamuk, namun cukup banyak pasangan yang nongkrong di balik lebatnya semak perdu di pinggir pantai, yang sepertinya sih banyak nyamuknya
Dan sebelum pulang, kitapun nyempetin melampiyaskan hasrat ber-narsis ria dulu

Hikers Palanta Ber-Narsis Ria
Akhirnya kitapun kembali menuju pantai padang tempat memarkir kendaraan dan rumah masing-masing dengan mencarter angkot di pantai air manis. Waktu sudah menunjukkan pukul 5an, ffuiiihh… lama juga ternyata… plus kaki udah mulai terasa senut-senut, pertanda minta pijit nih ntar malem























Ok man! Olahraga yang menyehatkan . Plus pemandangan indah, …. memang pelukisnya agung… wow….fresh…banget.
wah kok telat postingannya…………!
waahhh pemandangannya bagus sekali,
setujuuuu pemda harusnya mengelola obyek wisata yang potensial dan namanya sudah cukup menjual dan mendunia ini “Malin Kundang and Siti Nurbaya” tinggal memanagenya saja secara profesional…….
ndeh masuak koran ehhh
@ Pak Milassalmi,
betoel pak, lumayan, olahraga sekaligus refreshing, badan sehat pikiran segerr
@ Cinker,
hehehe… telat makanya nggak dapet juwara
@ Da Empi,
iya da, sayang sekali, potensi wisata tersebut tidak terkelola dengan baik, kita yang dipungut “retribusi” pun jadi merasa dipalak. dan tentu itu juga menjadi preseden buruk di mata para wisatawan terutama wisatawan mancanegara..
@ Zoel,
ya iya laaah… secara Mulan Jamilah, kalok Mulan Jamidonk yaaa.. ya iya donk!
jadi ngiri nih, orang2 dah pada masuk koran, pasti seru banget dah
masuk koran….masuk koran…..sip…daku yg berpose paling imut di sana….hehehehe…..sip
wah hebat yah Palanta…sukses terus, kapan buka bersama? saya ikutttttt
Mantapss,.. Pak
pengumuman pindahan ke http://avartara.com
main2 ya Pak
Mas, bali nang wonosari ra ki …
Chik anakmu ra di jak yah?
Air manis ki t4 main kundang yah..
Wis lali
perasaan skrg udah september deh
Akhirnya mudik jga ya Chik…
TTDJ..
pe er
kamar.bearnuts.info/word-of-the-day-pr.html
bagus, bagus… fotonya fresh from the “chechnya”
saya yang sekian tahun menghabiskan waktu di Padang belum sempat ke sana.
kali lain kalo pulang kampuang disempatkan mampir ke gunung padang dan pantai air manis. salam kenal. ku tunggu kunjungannya di…blogku.
!Nd4hny 4l4m !n!… tampa sadar kita lupa mensyukuri nikmat Allah swt…@,@
Mas Padang e nangdi ya??? aku yo no padang je, Ekamas 04 tapi, wis rung tahunan no padang, PM ya, aku cah Playen