Setelah belajar mengenali simbol daur ulang pada produk plastik, kali ini kita akan mencoba memanfaatkan pengetahuan akan simbol-simbol daur ulang, utamanya dalam memilih produk plastik yang (lebih) sehat dan tidak (kurang) berpotensi membahayakan kesehatan. Banyak diantara kita yang (mungkin) pernah mendengar, membaca ataupun melihat berita mengenai bahaya produk plastik bagi kesehatan. Diantaranya adalah mengenai beberapa jenis kemasan makanan dan minuman yang tidak aman bagi kesehatan, mengeluarkan zat-zat beracun, seperti Dioxin, Styrene, Phthalate, Bisphenol-A dan menyebabkan bermacam penyakit dari kanker sampai gangguan hormon yang sebagaimana kita ketahui kanker merupakan salah satu pembunuh terbesar dan terganas, bahkan lebih mematikan dibandingkan Adam Air, Ryan maupun Rio Martil
Dengan mengetahui simbol-simbol daur ulang pada produk plastik, kita akan dapat memilah produk plastik yang terbaik untuk kita gunakan dalam pemakaian sehari-hari.
Pemerintah maupun industri plastik sendiri sampai saat ini masih belum menyatakan potensi bahaya dari pemakaian produk-produk tersebut. Dengan beralasan bahwa resiko-resiko yang selama ini menjadi polemik tersebut masih belum terbukti sepenuhnya. Namun tentu saja kita tidak ingin mengambil resiko tersebut, terutama jika itu menyangkut kesehatan keluarga, apalagi anak-anak kita. Dibawah ini dapat kita lihat 3 jenis produk plastik yang perlu untuk kita waspadai dan kita hindari untuk digunakan sebagai wadah air, botol susu bayi maupun keperluan konsumsi lainnya.
Number 3 Plastics : V (Vinyl) or PVC
Found in: Cooking oil bottles, clear food packagingHarvard-educated Dr. Leo Trasande of the Mt. Sinai School of Medicine advises consumers to avoid number 3 plastics for food and drinks. (If you’re unsure, look for the little symbol that should be printed on the container. Some brands have left the symbols off, which is a major problem.)
Why? Number 3 plastics may release toxic breakdown products (including phthalates) into food and drinks.
The risk is highest when containers start wearing out, are put through the dishwasher or when they are heated (including microwaved). PVC manufacturing can release highly toxic dioxins into the environment, and the materials can off-gas toxic plasticizers into your home.
Number 6 Plastics : PS (polystyrene)
Found in: Disposable plates and cups, meat trays, egg cartons, carry-out containers
Number 6 plastics (polystyrene) are made into soft Styrofoam-style cups as well as rigid foams and hard plastic products, so remember to look for those little numbers in the arrows (don’t feel bad if you need a magnifying glass). Avoid using them as much as possible.
Why? Number 6 plastics can release potentially toxic breakdown products (including styrene).
Get this: particularly when heated! That insulated coffee cup — the one that ‘knows’ when to keep your drink warm — doesn’t seem so smart anymore does it?
Number 7 Plastics : Miscellaneous
Found in: Baby bottles, three- and five-gallon water bottles, certain food containers
A wide range of plastic resins that don’t fit into the other six categories are lumped into number 7. Some are quite safe, but the ones to worry about are the hard polycarbonate varieties, as found in various drinking containers (like Nalgene bottles) and rigid plastic baby bottles.
Why? Studies have shown polycarbonate can leach bisphenol A, a potential hormone disruptor, into liquids. According to Trasande, no level of bisphenol A exposure is known to be truly safe, and in August a government panel expressed ’some concern’ that the ingredient causes neural and behavioral problems in children.
Why not play it safe and swap out those hard plastic baby and water bottles for Number 1, 5 or corn-based plastics, or even shatter-resistant glass?
Source : The Daily Green



























Waah.. mas titoreds, makasih atas infonya…
Aku di rumah minum air galonan. Ditulis di bagian bawahnya ‘PC’ (yang artinya jelas bukan personal computer atau production controller, lebih mungkin kalo artinya polycarbonate). Lalu botol minyak goreng, kalo berbahaya, kenapa dijual pake kemasan itu yah? Kan kasihan kita…
Oia, lupa, salam kenal… Mungkin udah kenal secara tidak sengaja di forum bigreds (hanya saja, saya ga begitu aktif di sana, hehe). Btw, blognya kerreen!
eh jadi yang paling aman itu plastik yang nomor berapa, ya, mas? lalu taunya kalo plastik itu adalah corn-based gimana? liatnya di mana? kodenya seperti apa? thanks
@ ilma,
di rumahku jg pernah pake galon polycarbonate, udah dituker…
yg parah lagi, sebelumnya botol susu tatha jg ada yg bermaterikan PC
@ hanny,
yg relatip lebih aman sesuae quote diatas ya nomor 1 & nomor 5, utk corn-based mungkin masuk nomor 7, tapi bkn yg polycarbonate tentunya
sungguh postingan bermanfaat bagi umat..!!!
*bookmarks ahhh*
Hehehe… justru yang no.1 yang paling berbahaya, kok malah dibilang lebih aman. Yang No.1 PET kan?? Coba lihat di botol air mineral, semua ada no.1 PET, itu adalah bahan yang hanya sekali pakai.
Oh ya, pilihan yang terbaik adalah plastik No.5 PP (Polypropylene)
wahh.. thanks informasinya…!
bermanfaat banget..
@ escoret,
silakan dibukmak
@ CY,
yg lebih aman memang No.5 (PP), tapi No.1 jg relatip lebih aman dibandingkan yg lain2nya, dengan catatan, utk kegunaan sekali pakai, jadi bukan utk pemakaian berulang semacam wadah minum di kulkas dlsbg, jg bukan utk dikenakan suhu tinggi, semacam direbus dlsbg
praktik penggunaan plastik yg kurang tepat sering kita jumpai pada sebagiyan masyarakat yg menggunakan botol air mineral bekas sebagai tempat air minum isi ulang di rumah, yg rawan menyebabkan terkontaminasinya air minum dengan bahan kimia yg terkandung pada plastik tsb.
@ nana,
sukurlah kalok bermanpaat,
saya jg baru tahu akhir2 ini jg
Baru tahu kalau simbol-simbol itu ada artinya
Kalau memang begitu kenapa yang pakai nomor 3, 6, 7 ndak dilarang saja yah
hm…
balik ke batok kelapa kali ya kek jaman bahela heheheh…
pakabar, udha lama ga mampir kesini
Hemat pulsa, henpon matiin,
Senin puasa, maap lahir batin
apa kabar Pak Woo ??
baik dan sehat semua kaann ??
salam knal…….
mbak boleh ksitau dong informasi ttg polietilen dan polipropilen
coz, penting benget ne mbak buat skripsi aku
thanx yyy
apapun juga tetap ASI yang terbai, tapi sayang ibu-ibu kita karena saking sibuknya cari uang sampai tidak sempat memberi ASI. Apa karena kita bapak-bapak kurang banyak kasih uang belanja ya?
makasih yaaaa atz infox…………….
ihhh serem!!!!!!!!!
blognya keren dan berguna, salam kenal yah..
bagi ilmunya dan kalau ada waktu mampir ke blog daku..
http://bandarsampah.blogdetik.com
the hermawanov: tks, mari sama2 berbagi
kita memang harus pinter baca tanda tanda alam… eh plastik maksudnya. terimakasih sudah mampir. gunungkidul toh mas? trus sekarang di mana? slam kenal.
the hermawanov: yep, teliti sebelum
saya di merantau di Padang mbak, salam kenal juga
mencurimembeliSalam kenal. Informasinya menarik sekali. Ternyata sesuatu yang tidak alami memang selalu ada efek sampingnya.
Makasih infonya..
Btw bolehkan saya izin copy?
Kunjungan balik sangat diharapkan
makasi ya . seenggak’y pembaca udah mengenali dan tahu bahaya dari plastik .
Waw.. Hebat.. Informasi’y bguna bngtd.. Nah, yg jd msalah bgaimana qt mensosialisasikan’y pd msyrkt.. Kan qt twu sndri.. Msyarkt indnsia ntu otk’y jongkok smua.. He.he
slm knal ya..