Do I Marry The Right Person?

21 02 2008

Pagi-pagi di kantor di YM bini, suruh buka email kirimannya, kayaknya asik juga topiknya… dan… cukup membumi :)

Wedding Pic Buwat mereka yang masih single dan hidubh men-jalang, bisa mengambil pelajaran dari cerita ini, dan buwat yang udah nikah cerita ini bisa jadi guideline untuk meningkatkan ikatan pernikahan yang udah dijalani. “Apakah saya menikah dengan orang yang tepat” Dalam sebuwah seminar rumah tangga, seorang audience tiba-tiba melontarkan pertanyaan yang sangat lumrah, “bagaimana saya tahu kalok saya menikah dengan orang yang tepat?”

Saya melihat ada seorang lelaki bertubuh besar duduk di sebelahnya, jadi saya menjawab “Ya.. tergantung. Apakah priya disebelah anda itu suwami anda?” Dengan sangat seriyus diya balik bertanya “Bagemana anda tahu?!” “Biyarkan saya jawab pertanyaan yang sangat membebani ini.”

Inilah jawabannya!

SETIYAP ikatan memiliki siklus. Pada saat-saat awal sebuwah hubungan, anda merasakan jatuh cinta dengan pasangan anda. Telpon darinya selalu ditunggu-tunggu, begitu merindukan belaiyan sayangnya, dan begitu menyukai perubahan sikap-sikapnya yang bersemangat, begitu menyenangkan.

Jatuh cinta kepada pasangan bukanlah hal yang sulit. Jatuh cinta merupakan hal yang sangat alami dan pengalaman yang begitu spontan. Nggak perlu berbuwat apapun. Makanya dikatakan “jatuh” cinta! Orang yang sedang kasmaran kadang mengatakan “aku mabuk cinta”. Bayangkan ekspresi tersebut! Seakan-akan anda sedang berdiri tanpa melakukan apapun lalu tiba-tiba sesuwatu datang dan terjadi begitu saja pada anda.

Jatuh cinta itu mudah. Sesuwatu yang pasif dan spontan. Tapi? Setelah beberapa tahun perkawinan, gempita cinta itu pun akan pudar, perubahan ini merupakan siklus alamiyah dan terjadi pada SEMUWA ikatan. Perlahan tapi pasti.. telpon darinya menjadi hal yang merepotkan, belaiyannya nggak selalu diharapkan dan sikap-sikapnya yang bersemangat bukannya jadi hal yang manis, tapi malah nambahin penat yang ada.

Gejala-gejala pada tahapan ini bervariyasi pada masing-masing indiphidu, namun bila anda memikirkan tentang rumah tangga anda, anda akan mendapati perbedaan yang dramatis antara tahap awal ikatan, pada saat anda jatuh cinta, dengan kepenatan-kepenatan bahkan kemarahan pada tahapan-tahapan selanjutnya.

Dan pada situwasi inilah pertanyaan “Did I marry the right person?” mulai muncul, baik dari anda atau dari pasangan anda, atau dari keduwanya.. Nah Lho! Dan ketika anda maupun pasangan anda mencoba merefleksikan euforiya cinta yang pernah terjadi.. anda mungkin mulai berhasrat menyelami euforiya-euforiya cinta itu dengan orang lain. Dan ketika pernikahan itu akhirnya kandas? Masing-masing sibuk menyalahkan pasangannya atas ketidakbahagiyaan itu dan mencari pelampiyasan diluar. Berbagai macam cara, bentuk dan ukuran untuk pelampiyasan ini. Mengingkari kesetiyaan merupakan hal yang paling jelas. Sebagiyan orang memilih untuk menyibukkan diri dengan pekerjaannya, hobinya, pertemanannya, nonton TV sampek TV nya bosen ditonton, ataupun hal- hal yang menyolok lainnya.

Tapi tau nggak?! Bahwa jawaban atas dilema ini nggak ada diluwar, justru jawaban ini hanya ada di dalam pernikahan itu sendiri. Selingkuh?? Ya mungkin itu jawabannya. Saya nggak mengatakan kalo anda nggak boleh ataupun nggak bisa selingkuh, Anda bisa! Bisa saja ataupun boleh saja anda selingkuh, dan pada saat itu anda akan merasa lebih baik. Tapi itu bersifat temporer, dan setelah beberapa tahun anda akan mengalami kondisi yang sama (seperti sebelumnya pada perkawinan anda).

Perselingkuhan yang dilakukan sama dengan proses berpacaran yang pernah anda lakukan dengan pasangan anda, penuh gairah. Tetapi, seandainya proses itu dilanjutkan, maka anda akan mendapati keadaan yang sama dengan pernikahan anda sekarang. Itu adalah siklus… Karena.. (pahamilah dengan seksama hal ini) ………………

KUNCI SUKSES PERNIKAHAN BUKANLAH MENEMUKAN ORANG YANG TEPAT, NAMUN KUNCINYA ADALAH BAGAIMANA BELAJAR MENCINTAI ORANG YANG ANDA TEMUKAN DAN TERUS MENERUS..!

Cinta bukanlah hal yang PASIF ataupun pengalaman yang spontan Cinta NGGAK AKAN PERNAH begitu saja terjadi! Kita nggak akan bisa MENEMUKAN cinta yang selamanya. Kita harus MENGUSAHAKANNYA dari hari ke hari. Benar juga ungkapan “diperbudak cinta” Karena cinta itu BUTUH waktu, usaha, dan energi. Dan yang paling penting, cinta itu butuh sikap BIJAK. Kita harus tahu benar APA YANG HARUS DILAKUKAN agar rumah tangga berjalan dengan baik. Jangan membuwat kesalahan untuk hal yang satu ini.

Cinta bukanlah MISTERI, ada beberapa hal spesiphik yang bisa dilakukan (dengan ataupun tanpa pasangan anda) agar rumah tangga berjalan lancar. Sama halnya dengan hukum alam pada ilmu phisika (seperti gaya Graphitasi), dalam suwatu ikatan rumah tangga juga ada hukumnya. Sama halnya dengan diyet yang tepat dan olahraga yang benar dapat membuwat tubuh kita lebih kuwat, beberapa kebiyasaan dalam hubungan rumah tangga juga DAPAT membuwat rumah tangga itu lebih kuwat. Ini merupakan reyaksi sebab-akibat. Jika kita tahu dan mau menerapkan hukum-hukum tersebut, tentulah kita bisa “MEMBUWAT” cinta, bukan “JATUH” ke dalamnya?!

Karena cinta dalam pernikahan sesungguhnya merupakan sebuwah DECISION, dan bukan cuma PERASAAN..! jika ia sebuwah cinta….. ia tidak mendengar… namun senantiyasa bergetar… jika ia sebuwah cinta…. ia tidak buta… namun senantiyasa melihat dan merasa… jika ia sebuwah cinta… ia tidak menyiksa… namun senantiyasa menguji… jika ia sebuwah cinta…. ia tidak memaksa… namun senantiyasa berusaha… jika ia sebuwah cinta… ia tidak cantik… namun senantiyasa menarik… jika ia sebuwah cinta… ia tidak datang dengan kata-kata.. namun senantiyasa menghampiri dengan hati… jika ia sebuwah cinta… ia tidak terucap dengan kata… namun senantiyasa hadir dengan sinar mata… jika ia sebuwah cinta… ia tidak hanya berjanji… namun senantiyasa mencoba memenangi… jika ia sebuwah cinta… ia mungkin tidak suci… namun senantiyasa tulus… jika ia sebuwah cinta… ia tidak hadir karena permintaan… namun hadir karena ketentuwan… jika ia sebuwah cinta… ia tidak hadir dengan kekayaan dan kebendaan… namun hadir karena pengorbanan dan kesetiyaan… Cintailah pasangan anda, seperti anda ingin dicintai olehnya. Setiyalah pada pasangan anda, seperti anda ingin mendapatkan kesetiyaannya.

Dikutibh dari postingan Helmi Yuliawan.
Dari Rileks Dot Com

About these ads

Aksi

Information

2 tanggapan

21 02 2008
max

Kalao punya empat dan semuanya tepat, bijimana Mas? :))

22 02 2008
titov

@ da max,

berarti emang bener2 “Pejantan Tangguh” da max… :D

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: